Muaro Jambi – Kualitas udara di Kabupaten Muaro Jambi kembali memburuk. Setelah sempat menunjukkan penurunan, konsentrasi partikulat halus PM2,5 kembali melonjak hingga 168 pada Minggu, 23 Agustus 2026 sore.
Angka tersebut menempatkan kualitas udara Muaro Jambi dalam kategori tidak sehat. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa tekanan polusi udara di wilayah tersebut belum benar-benar mereda.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muaro Jambi, Andi, mengatakan berdasarkan pemantauan pada pukul 16.00 WIB, angka ISPU PM2,5 berada di level 168.
“Sekarang pukul 16.00 WIB, PM2,5 berada di angka 168,” kata Andi, Minggu (23/8) sore.
Kenaikan tersebut cukup signifikan. Sebelumnya, angka ISPU sempat turun ke 117. Namun, angka tersebut pun masih tergolong tidak sehat.
“Kemarin sempat turun di angka 117. Tetapi masih dalam kategori tidak sehat. Sekarang kembali meningkat menjadi 168,” katanya.
Fluktuasi ini menunjukkan kualitas udara di Muaro Jambi masih belum stabil. Penurunan angka ISPU sebelumnya belum dapat dijadikan indikator bahwa kondisi udara telah kembali normal.
DLH Muaro Jambi pun masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara. Masyarakat diminta tidak mengabaikan kondisi tersebut dan terus mengikuti informasi terbaru mengenai ISPU.
“Kami terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan ISPU. Masyarakat juga kami minta mengikuti update informasi kualitas udara dan menjaga kesehatan,”kata Andi.
Dengan PM2,5 yang kembali menembus angka 168, kondisi udara Muaro Jambi patut menjadi perhatian serius. Perubahan angka ISPU yang cepat menunjukkan ancaman polusi belum sepenuhnya berlalu.











Komentar