JAMBI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di Provinsi Jambi mulai terjadi pada akhir Oktober mendatang. Sementara itu, puncak musim hujan diprediksi berlangsung mulai Desember 2026.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, termasuk angin kencang, gelombang tinggi, hingga banjir pesisir di wilayah timur Jambi.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Jambi, Jaya Martua Sinaga mengatakan awal musim hujan diperkirakan terjadi pada dasarian ketiga Oktober atau sekitar akhir bulan ini.
Menurut Jaya, periode peralihan musim atau pancaroba yang berlangsung pada akhir Oktober hingga awal November berpotensi memicu cuaca ekstrem. Karena itu, masyarakat perlu mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
“Iya, seperti yang kita duga tadi, bahwa di kita nanti pada Oktober akhir ada kemungkinan kita masuk musim hujan, dan oleh sebab itulah sebelum masuk musim hujan biasanya ada cuaca-cuaca ekstrem di musim pancaroba itu,”katanya.
Karena itu BMKG Provinsi Jambi mengimbau masyarakat memeriksa kondisi infrastruktur rumah untuk mengantisipasi dampak hujan deras dan angin kencang.
Masyarakat diminta menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan disertai angin kencang. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko tertimpa dahan atau pohon tumbang.
Selain itu, warga yang tinggal di wilayah pesisir timur Jambi diminta mewaspadai potensi gelombang tinggi dan banjir pesisir. Kondisi cuaca di wilayah tersebut perlu dipantau, terutama ketika terjadi peningkatan gelombang dan hujan dengan intensitas tinggi.
Dengan perkiraan musim hujan yang mulai masuk pada akhir Oktober, masyarakat diharapkan mempersiapkan diri menghadapi perubahan cuaca. Pemantauan informasi dan peringatan dini BMKG menjadi salah satu langkah penting untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi selama masa pancaroba hingga puncak musim hujan.











Komentar