30 Hektare Lahan di Sungai Aur Terbakar, Kepulan Asap disebut Menjalar dari Tanjabtim

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 06:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Muaro Jambi – Kobaran api kembali mengancam kawasan hutan dan lahan di Kabupaten Muaro Jambi. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh, membakar lahan sekitar 25 hingga 30 hektare.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Damkar, Manggala Agni, serta Satgas TNI-Polri dikerahkan untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Anari mengatakan kondisi di Desa Sungai Aur kini berangsur terkendali. Petugas masih bertahan di lokasi untuk melakukan penyisiran dan pendinginan.

Baca Juga :  36 Hari Menembus Medan Gambut, Tim Gabungan Buka Akses Menuju Titik Api di TNBS

“Di kawasan Sungai Aur saat ini sudah bisa dikendalikan dan masuk tahap pendinginan. Tim masih berada di lokasi,”tegasnya.

Menurutnya, lahan yang terbakar berada di kawasan dengan kondisi tanah gambut hingga semi-gambut. Api yang membakar kawasan Sungai Aur, kata dia, diduga bukan berasal dari titik awal di wilayah Muaro Jambi.

Baca Juga :  Sungai Batanghari Keruh Ekstrem, Pertama Sepanjang Sejarah Operasional PDAM. 38 Ribu Pelanggan Terdampak

Anari mengatakan, kobaran api disebut merupakan jalaran dari kawasan Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang kemudian bergerak mengikuti tiupan angin hingga masuk ke wilayah Muaro Jambi.

Meski api di Sungai Aur telah berhasil dikendalikan, ancaman karhutla belum sepenuhnya berakhir. Jauhnya lokasi menjadi salah satu kendala petugas dalam melakukan pemadaman. Kondisi semakin sulit karena angin bertiup cukup kencang sehingga berpotensi membuat api kembali menjalar.

Berita Terkait

Suara Pelosok Negeri Yakesma Jambi: Pemuda Berkarya, Masyarakat Berdaya di Rantau Rasau II
Karhutla di Kumpeh Ulu, 10 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkan Tim Gabungan
Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar
Pasokan Minim Akibat Kemarau, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Melonjak
Melestarikan Warisan Nusantara: Pesan dan Salam Hangat Ade Erlanda dan Istri di Hari Batik 2026
Sungai Batanghari Keruh Ekstrem, Pertama Sepanjang Sejarah Operasional PDAM. 38 Ribu Pelanggan Terdampak
Kamis ini Udara untuk Muaro Jambi dan Kota Jambi Kategori Berbahaya
Menguji Kesaktian Pancasila di Era Digital
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Suara Pelosok Negeri Yakesma Jambi: Pemuda Berkarya, Masyarakat Berdaya di Rantau Rasau II

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Karhutla di Kumpeh Ulu, 10 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkan Tim Gabungan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Pasokan Minim Akibat Kemarau, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Melonjak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:21 WIB

Melestarikan Warisan Nusantara: Pesan dan Salam Hangat Ade Erlanda dan Istri di Hari Batik 2026

Berita Terbaru

Dari Redaksi

Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar

Sabtu, 3 Okt 2026 - 10:28 WIB