KOTA JAMBI – Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah mulai berdampak serius terhadap pasokan komoditas pangan. Di sejumlah pasar tradisional di Kota Jambi, para pedagang sayuran mulai mengeluhkan berkurangnya pasokan barang dari tingkat petani yang memicu kenaikan harga secara drastis.
Kondisi pasokan yang terus menurun ini berimbas langsung pada aktivitas jual beli harian di pasar. Pasokan sayuran hijau seperti sawi, bayam, kangkung, dan kubis berkurang hingga 40% akibat banyak lahan pertanian mengalami kekeringan dan gagal panen.
Keterbatasan stok memaksa harga jual di tingkat pedagang naik cukup tajam, terutama pada komoditas cabai, tomat, dan sayuran daun.
“Sudah mulai terasa kurant stok sayur-sayuran akibat kemarau ini, hargapun jadi tinggi. Kadang warga nyari tapi sayuran sudah habis,”ujar Mas Man salah seorang pedagang sayur-sayuran di pasar tradisional Talang Banjar pada Sabtu, (3/10/2026).
Kondisi seperti ininjuga mengakibatkan penurunan omzet di kalangan pedagang. Ini disebabkan pembeli cenderung mengurangi kuantitas belanjaan mereka, sehingga pedagang mengalami penurunan omzet harian.
Tak hanya itu, kemarau panjang ini pun menimbulkan masalah pada kualitas komoditas. Selain pasokan sedikit, kualitas fisik sayuran yang masuk ke pasar cenderung lebih cepat layu dan berukuran lebih kecil.
Hal ini juga diakui pedagang lainnya, yakni Agus. Ia menyebut beberapa jenis sayuran dan komoditas kebutuhan masyarakat kualitasnya menurun. Keadaan ini tentu berpengaruh kepada nilai jual hingga keuntungan yang didapat.
Para pedagang berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah antisipasi, seperti distribusi pasokan dari daerah yang masih produktif atau intervensi pasar, agar harga dan ketersediaan bahan pangan kembali stabil.











Komentar