Pasokan Minim Akibat Kemarau, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Melonjak

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA JAMBI – Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah mulai berdampak serius terhadap pasokan komoditas pangan. Di sejumlah pasar tradisional di Kota Jambi, para pedagang sayuran mulai mengeluhkan berkurangnya pasokan barang dari tingkat petani yang memicu kenaikan harga secara drastis.

Kondisi pasokan yang terus menurun ini berimbas langsung pada aktivitas jual beli harian di pasar. Pasokan sayuran hijau seperti sawi, bayam, kangkung, dan kubis berkurang hingga 40% akibat banyak lahan pertanian mengalami kekeringan dan gagal panen.

Keterbatasan stok memaksa harga jual di tingkat pedagang naik cukup tajam, terutama pada komoditas cabai, tomat, dan sayuran daun.

Baca Juga :  Dirlantas Imbau Kendaraan Sudah Dijual Segera Balik Nama

“Sudah mulai terasa kurant stok sayur-sayuran akibat kemarau ini, hargapun jadi tinggi. Kadang warga nyari tapi sayuran sudah habis,”ujar Mas Man salah seorang pedagang sayur-sayuran di pasar tradisional Talang Banjar pada Sabtu, (3/10/2026).

Kondisi seperti ininjuga mengakibatkan penurunan omzet di kalangan pedagang.  Ini disebabkan pembeli cenderung mengurangi kuantitas belanjaan mereka, sehingga pedagang mengalami penurunan omzet harian.

Tak hanya itu, kemarau panjang ini pun menimbulkan masalah pada kualitas komoditas. Selain pasokan sedikit, kualitas fisik sayuran yang masuk ke pasar cenderung lebih cepat layu dan berukuran lebih kecil.

Baca Juga :  Ratusan Titik Api Masih Mengancam Jambi, TMC Disiapkan 1-4 Oktober

Hal ini juga diakui pedagang lainnya, yakni Agus. Ia menyebut beberapa jenis sayuran dan komoditas kebutuhan masyarakat kualitasnya menurun. Keadaan ini tentu berpengaruh kepada nilai jual hingga keuntungan yang didapat.

Para pedagang berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah antisipasi, seperti distribusi pasokan dari daerah yang masih produktif atau intervensi pasar, agar harga dan ketersediaan bahan pangan kembali stabil.

Berita Terkait

Suara Pelosok Negeri Yakesma Jambi: Pemuda Berkarya, Masyarakat Berdaya di Rantau Rasau II
Karhutla di Kumpeh Ulu, 10 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkan Tim Gabungan
Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar
Melestarikan Warisan Nusantara: Pesan dan Salam Hangat Ade Erlanda dan Istri di Hari Batik 2026
Sungai Batanghari Keruh Ekstrem, Pertama Sepanjang Sejarah Operasional PDAM. 38 Ribu Pelanggan Terdampak
Kamis ini Udara untuk Muaro Jambi dan Kota Jambi Kategori Berbahaya
Menguji Kesaktian Pancasila di Era Digital
Ade Erlanda Refleksikan Hari Kesaktian Pancasila: Kebersamaan dan Keadilan Kunci Pembangunan Daerah
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Suara Pelosok Negeri Yakesma Jambi: Pemuda Berkarya, Masyarakat Berdaya di Rantau Rasau II

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Karhutla di Kumpeh Ulu, 10 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkan Tim Gabungan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Pasokan Minim Akibat Kemarau, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Melonjak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:21 WIB

Melestarikan Warisan Nusantara: Pesan dan Salam Hangat Ade Erlanda dan Istri di Hari Batik 2026

Berita Terbaru

Dari Redaksi

Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar

Sabtu, 3 Okt 2026 - 10:28 WIB