Waspada! Dampak Karhutla dan Kemarau, Kasus ISPA di Muaro Jambi Tembus 2.882

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 20 September 2026 - 14:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Muaro Jambi – Dalam kurun waktu 10 Agustus hingga 18 September 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi mencatat 3.223 kasus penyakit yang tersebar di 23 Puskesmas. Kasus penyakit ini disebabkan oleh kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)

Tertinggi adalah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Tercatat sebanyak 2.882 kasus, atau sekitar 89,4 persen dari total kasus yang dipantau.

Angka tersebut jauh mendominasi dibandingkan penyakit lainnya. Kasus diare tercatat 277 kasus atau 8,6 persen, sementara conjunctivitis atau gangguan pada mata mencapai 64 kasus atau 2 persen.

“Total kasus yang terpantau ada 3.223 kasus. Rinciannya, 2.882 kasus ISPA, kemudian 277 kasus diare dan 64 kasus conjunctivitis,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, Aang Hambali,

Pihaknya mencatat lima wilayah layanan Puskesmas dengan kasus paling tinggi, yakni Simpang Sungai Duren, Tanjung, Penyengat Olak, Sengeti, dan Kebon IX.
Kelima Puskesmas tersebut secara keseluruhan menyumbang sekitar 44,5 persen dari seluruh kasus yang tercatat selama periode pemantauan.

Baca Juga :  Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Kondisi ini menjadi perhatian Dinkes Muaro Jambi, terlebih musim kemarau masih berlangsung dan potensi paparan asap akibat karhutla dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

“ISPA menjadi kasus yang paling banyak kita temukan. Ini tentu menjadi perhatian kita, terutama dalam kondisi kemarau dan adanya potensi paparan asap akibat karhutla,” ujar Aang.

Dinkes Kabupaten Muaro Jambi kini memperketat pemantauan melalui seluruh Puskesmas. Perkembangan kasus di setiap wilayah terus diperhatikan untuk melihat kemungkinan adanya peningkatan.

Aang mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele gejala gangguan pernapasan yang muncul di tengah kondisi udara yang memburuk.
Batuk, pilek, sesak, maupun keluhan pernapasan lainnya diminta segera diperiksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa menjaga kondisi kesehatannya. Kalau ada keluhan seperti batuk, pilek, sesak atau gangguan pernapasan lainnya, jangan dibiarkan dan segera periksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Baca Juga :  Waspada! Kualitas Udara Muaro Jambi Memburuk, Ini Imbauan untuk Masyarakat

Kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia juga diminta mendapat perhatian lebih. Ketika kualitas udara memburuk akibat asap, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika harus beraktivitas di luar, penggunaan pelindung seperti masker juga dianjurkan.

“Jangan menunggu kondisi menjadi berat. Kalau sudah ada keluhan kesehatan, segera datang ke Puskesmas. Pelayanan kesehatan tetap kita siapkan dan pemantauan terus dilakukan,” kata Aang.

Dinkes Muaro Jambi memastikan pemantauan akan terus dilakukan. Data dari 23 Puskesmas menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Sebab, di tengah kondisi kemarau dan ancaman karhutla yang dinamis, perubahan kualitas lingkungan juga perlu diikuti dengan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi kesehatan masyarakat.

Berita Terkait

Karhutla di Kumpeh Ulu, 10 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkan Tim Gabungan
Waspada! Kualitas Udara Muaro Jambi Memburuk, Ini Imbauan untuk Masyarakat
Jaga Ringan Langkah Jemaah Saat Kemarau, Ade Erlanda Bersama Keluarga Inisiasi Bantuan Air Bersih untuk Rumah Ibadah
Tabrakan Sigra dan Truk Sawit, Jalur Lintas Timur Sekernan Macet
Menilik Kemeriahan Festival Lopak Sepang: Upaya Muaro Jambi Menyulap Desa Tebat Patah Jadi Desa Wisata
Lima Pimpinan BAZNAS Muaro Jambi segera Dilantik, Sekda: Tunggu SK Bupati
Sampah Berserakan di Kompek Perkantoran, DLH Muaro Jambi Sentil Kesadaran Warga
BBS Tegaskan Sanksi Bagi Yang Menanam di Lahan Bekas Karhutla Sebelum Dua Tahun
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Karhutla di Kumpeh Ulu, 10 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkan Tim Gabungan

Rabu, 30 September 2026 - 14:43 WIB

Waspada! Kualitas Udara Muaro Jambi Memburuk, Ini Imbauan untuk Masyarakat

Selasa, 29 September 2026 - 14:52 WIB

Jaga Ringan Langkah Jemaah Saat Kemarau, Ade Erlanda Bersama Keluarga Inisiasi Bantuan Air Bersih untuk Rumah Ibadah

Minggu, 27 September 2026 - 18:59 WIB

Tabrakan Sigra dan Truk Sawit, Jalur Lintas Timur Sekernan Macet

Minggu, 27 September 2026 - 12:31 WIB

Menilik Kemeriahan Festival Lopak Sepang: Upaya Muaro Jambi Menyulap Desa Tebat Patah Jadi Desa Wisata

Berita Terbaru

Dari Redaksi

Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar

Sabtu, 3 Okt 2026 - 10:28 WIB