Lalai atau dibiarkan? Jembatan Tanpa Pembatas di Kasang Kumpeh Ancam Keselamatan Pengendara

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Muaro Jambi – Kondisi jembatan tanpa pagar pembatas di area Kasang Kumpeh kian mengkhawatirkan para pengguna jalan. Jalur yang saban hari dilalui arus kendaraan roda dua maupun roda empat ini dinilai sangat membahayakan, terlebih saat melintas di malam hari atau ketika cuaca buruk.

Ketiadaan pembatas di kedua sisi jembatan tak ayal memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Beberapa warga lokal menduga ada unsur kelalaian pengerjaan, sementara yang lain berseloroh skeptis, barangkali sengaja dibiarkan tanpa pembatas demi menghemat anggaran tanpa memikirkan aspek keselamatan.

Baca Juga :  ISPU di Muaro Jambi Memburuk, Warga Diminta Waspada

“Kalau lewat sini malam hari harus ekstra pelan-pelan. Pembatasnya sama sekali tidak ada, salah piting sedikit bisa langsung terjun ke bawah. Apakah menunggu korban berjatuhan dulu baru dipasang?” ujar Maman, salah seorang pengendara roda dua yang kerap melintasi rute tersebut pada Jum’at, 21 Agustus 2026.

Bahkan belum lama ini sebuah kendaraan roda tiga yang mengangkut kebutuhan pokok terjebur ke dalam air yang tak jarang menimbulkan bau tak sedap yang berada di bawah jembatan tersebut.

“Namonyo ni jembaran Surono, belum lamo lah motor roda tigo nyemplung. Mungkin kalau ada pembatas, pasti dak nyemplung lah,”ujar Maman menambahkan.

Baca Juga :  Melestarikan Warisan Nusantara: Pesan dan Salam Hangat Ade Erlanda dan Istri di Hari Batik 2026

Risiko kecelakaan kian meningkat akibat minimnya penerangan jalan umum (PJU) di sekitar lokasi. Saat hujan deras, jarak pandang yang terbatas membuat batas tepi jembatan sukar terlihat jelas, menyamarkan jurang di sisinya.

Masyarakat Kasang Kumpeh dan sekitarnya serta para pengguna jalan berharap pemerintah daerah serta dinas terkait tidak tutup mata. Perbaikan fisik berupa pemasangan guardrail atau pengaman jembatan mendesak untuk segera direalisasikan sebelum potensi bahaya tersebut benar-benar memakan korban jiwa.

Berita Terkait

Suara Pelosok Negeri Yakesma Jambi: Pemuda Berkarya, Masyarakat Berdaya di Rantau Rasau II
Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar
Pasokan Minim Akibat Kemarau, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Melonjak
Melestarikan Warisan Nusantara: Pesan dan Salam Hangat Ade Erlanda dan Istri di Hari Batik 2026
Sungai Batanghari Keruh Ekstrem, Pertama Sepanjang Sejarah Operasional PDAM. 38 Ribu Pelanggan Terdampak
Kamis ini Udara untuk Muaro Jambi dan Kota Jambi Kategori Berbahaya
Menguji Kesaktian Pancasila di Era Digital
Ade Erlanda Refleksikan Hari Kesaktian Pancasila: Kebersamaan dan Keadilan Kunci Pembangunan Daerah
Berita ini 20 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Suara Pelosok Negeri Yakesma Jambi: Pemuda Berkarya, Masyarakat Berdaya di Rantau Rasau II

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Pasokan Minim Akibat Kemarau, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Melonjak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:21 WIB

Melestarikan Warisan Nusantara: Pesan dan Salam Hangat Ade Erlanda dan Istri di Hari Batik 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kamis ini Udara untuk Muaro Jambi dan Kota Jambi Kategori Berbahaya

Berita Terbaru

Dari Redaksi

Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar

Sabtu, 3 Okt 2026 - 10:28 WIB