Makin Pekat! Kabut Asap Tebal di Kerinci Membatasi Pandangan Jadi 2,5 Km

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 21:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kerinci – Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di beberapa daerah di provinsi Jambi, kian pekat. Termasuk di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh pada Senin, (7/9/2026).

Bahkan akibat kabut asap yang makin tebal ini, membuat jarak pandang mulai terganggu yang berkisar 2.500 meter.

Kepala Stasiun Meteorolagi kelas II Depati Parbo Kerinci Kurnianingsih, S.P., M.T. membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan bahwa pada Senin pagi ini jarak pandang 2.500 meter sehari sebelumnya jarak pandang 4000 meter.

Baca Juga :  Apresiasi Capaian Akademis, Owner ADYA Group Ade Erlanda dan Nur Apriyanti Beri Ucapkan Selamat kepada Bapak Eko Hadi Irawan.

“Jarak Pandang hari ini hanya berjarak 2.500 meter, jarak ini mengalami peningkatan setelah sehari sebelumnya hanya 4000 meter,”tegasnya.

Makin pekatnya kabut asap di Kerinci dan Kota Sungai Penuh, para orang tua siswa mulai cemas akan kesehatan anak-anak sekolah.

“Saat ini kabut asap sudah semakin tebal, pemerintah masih belum mengambil kebijakan terkuat dengan jadwal belajar siswa, kalau di daerah lain sudah ada yang daring,”kata salah seorang siswa.

Baca Juga :  Pemkot Liburkan Kembali Siswa TK dan SD Kelas 1-3, Udara Kategori Tidak Sehat

Kondisi kabut asap di Kerinci memang sudah sangat mengganggu kesehatan masyarakat. Para pengendara mengaku mata perih pada saat membawa kendaraan roda dua, juga ada warga yang mulai merasa pernapasan mereka sesak.

“Mata mulai terasa pedih saat berkendara, karena kabut asap sudah makin pekat,”katanya.

Berita Terkait

Suara Pelosok Negeri Yakesma Jambi: Pemuda Berkarya, Masyarakat Berdaya di Rantau Rasau II
Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar
Pasokan Minim Akibat Kemarau, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Melonjak
Melestarikan Warisan Nusantara: Pesan dan Salam Hangat Ade Erlanda dan Istri di Hari Batik 2026
Sungai Batanghari Keruh Ekstrem, Pertama Sepanjang Sejarah Operasional PDAM. 38 Ribu Pelanggan Terdampak
Kamis ini Udara untuk Muaro Jambi dan Kota Jambi Kategori Berbahaya
Menguji Kesaktian Pancasila di Era Digital
Ade Erlanda Refleksikan Hari Kesaktian Pancasila: Kebersamaan dan Keadilan Kunci Pembangunan Daerah
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Suara Pelosok Negeri Yakesma Jambi: Pemuda Berkarya, Masyarakat Berdaya di Rantau Rasau II

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Pasokan Minim Akibat Kemarau, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Melonjak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:21 WIB

Melestarikan Warisan Nusantara: Pesan dan Salam Hangat Ade Erlanda dan Istri di Hari Batik 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kamis ini Udara untuk Muaro Jambi dan Kota Jambi Kategori Berbahaya

Berita Terbaru

Dari Redaksi

Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar

Sabtu, 3 Okt 2026 - 10:28 WIB