Kerinci – Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di beberapa daerah di provinsi Jambi, kian pekat. Termasuk di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh pada Senin, (7/9/2026).
Bahkan akibat kabut asap yang makin tebal ini, membuat jarak pandang mulai terganggu yang berkisar 2.500 meter.
Kepala Stasiun Meteorolagi kelas II Depati Parbo Kerinci Kurnianingsih, S.P., M.T. membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan bahwa pada Senin pagi ini jarak pandang 2.500 meter sehari sebelumnya jarak pandang 4000 meter.
“Jarak Pandang hari ini hanya berjarak 2.500 meter, jarak ini mengalami peningkatan setelah sehari sebelumnya hanya 4000 meter,”tegasnya.
Makin pekatnya kabut asap di Kerinci dan Kota Sungai Penuh, para orang tua siswa mulai cemas akan kesehatan anak-anak sekolah.
“Saat ini kabut asap sudah semakin tebal, pemerintah masih belum mengambil kebijakan terkuat dengan jadwal belajar siswa, kalau di daerah lain sudah ada yang daring,”kata salah seorang siswa.
Kondisi kabut asap di Kerinci memang sudah sangat mengganggu kesehatan masyarakat. Para pengendara mengaku mata perih pada saat membawa kendaraan roda dua, juga ada warga yang mulai merasa pernapasan mereka sesak.
“Mata mulai terasa pedih saat berkendara, karena kabut asap sudah makin pekat,”katanya.











Komentar