KOTA JAMBI – Pemerintah Kota Jambi kembali memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), menyusul kualitas udara yang masih berada pada kategori sangat tidak sehat.
Mulai Senin, 5 Oktober 2026, seluruh satuan pendidikan jenjang TK/PAUD, SD hingga SMP di Kota Jambi kembali melaksanakan pembelajaran secara daring. Kebijakan tersebut diberlakukan hingga kondisi kualitas udara dinyatakan aman untuk kembali menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Jambi sekaligus Juru Bicara Pemkot Jambi, Saleh Ridho mengatakan perpanjangan PJJ dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak buruk kualitas udara terhadap kesehatan peserta didik.
Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Kemendikdasmen Nomor 20 Tahun 2026 serta Surat Edaran Wali Kota Jambi Nomor 29 Tahun 2026 tentang antisipasi dampak pencemaran udara terhadap kegiatan belajar mengajar.
“PJJ diperpanjang mulai 5 Oktober besok untuk seluruh jenjang TK/PAUD, SD dan SMP. Pelaksanaannya akan melihat perkembangan kualitas udara dan akan disesuaikan kembali apabila kondisi sudah dinyatakan aman,”ujar Saleh, Minggu (4/10/2026).
Ia menegaskan, perpanjangan PJJ bukan berarti aktivitas pendidikan dihentikan. Guru dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas, sementara proses pembelajaran peserta didik dilaksanakan secara daring.
“Yang menjadi pertimbangan utama adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak. Hak belajar peserta didik tetap harus dipenuhi melalui pembelajaran daring,”katanya.
Selama PJJ berlangsung, Saleh juga mengingatkan para orang tua untuk ikut mengawasi aktivitas anak di rumah. Peserta didik diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat, sangat tidak sehat hingga berbahaya.
Pemkot Jambi akan terus memantau perkembangan kualitas udara melalui kondisi lingkungan dan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Pelaksanaan PTM nantinya akan kembali dievaluasi setelah kondisi udara dinilai lebih aman bagi peserta didik.
“Untuk PTM akan kita sesuaikan dengan perkembangan kualitas udara. Kalau sudah aman, tentu akan dievaluasi kembali,”katanya.











Komentar