JAMBI – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai menegaskan bahwa penyerahan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) kepada warga Suku Anak Dalam (SAD) merupakan bagian penting dalam pengakuan status kewarganegaraan sekaligus pemenuhan hak asasi.
“Itu salah satu inti paling penting, elementer terpenting, mereka diakui sebagai warga negara Republik Indonesia adalah bagian dari pemenuhan kebutuhan hak asasi manusia,” kata Natalius Pigai saat mengisi kuliah umum di kampus UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi Rabu, (15/10/2026).
Menurutnya, pengakuan status melalui kepemilikan KTP-el ini menjadi pintu masuk agar seluruh hak-hak dasar warga Suku Anak Dalam dapat terpenuhi secara menyeluruh.
Dengan diakuinya mereka sebagai warga negara, berbagai hak penunjang seperti hak atas demokrasi, pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi diharapkan dapat berjalan dan terpenuhi dengan baik.
Dalam kesempatan itu, Menteri HAM juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi di bawah kepemimpinan Gubernur Al Haris, serta para Bupati, Wakil Bupati, dan Wali Kota setempat yang telah bekerja keras mendukung upaya pemenuhan identitas bagi masyarakat Suku Anak Dalam.
“Maka seluruh hak-haknya akan terpenuhi, mulai dari hak atas demokrasinya juga jalan, hak atas pendidikan juga jalan, hak atas kesehatan juga jalan, hak atas ekonomi juga jalan,”katanya.
Pendamping dari Dinas Soial Kabupaten Sarolangun, Maswadi menambahkan bahwa wilayahnya memiliki sejumlah kantong SAD yang tersebar di pendalaman.
Ia menjelaskan, hari ini penyerahan KTP elektronik secara simbolis menyasar kelompok (Tumenggung) Milang di Kecamatan Cermin Nan Gedang.
Di wilayah tersebut terdapat 29 kepala keluarga (KK), hampir sebagian besar belum memiliki kartu identitas.
Dia menambahkan, untuk menyukseskan program kepemilikan KTP elektronik, pihaknya terus mengupayakan perekaman secara berpindah-pindah tempat (mobile) supaya kelompok tersebut bisa mendapat identitas kependudukan.
“Kita terus mendorong agar kelompok orang rimba (SAD) memiliki KTP, apalagi masih banyak yang belum punya (KTP). Kita terus menjemput bola supaya mereka bisa memiliki identitas,”ujarnya.











Komentar