Kota Jambi – Di kurun waktu dua pekan belakangan, Dinas Kesehatan Kota Jambi mencatat sebanyak 3.437 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), akibat kabut asap.
Data tersebut tercatat selama periode 24 Agustus hingga 4 September 2026. Jika dirata-ratakan, terdapat lebih dari 300 kasus ISPA yang ditemukan setiap harinya.
“Iya terjadi peningkatan kasus ISPA di tengah masyarakat sejak munculnya kabut asap di Kota Jambi,” ujar Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian dan Penularan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Jambi, Rini Kartika.
Ia mengatakan peningkatan kasus ISPA di tengah masyarakat terjadi sejak kabut asap muncul. Kasus ISPA ditemukan hampir di seluruh puskesmas di Kota Jambi. Kelompok yang banyak mengalami keluhan tersebut antara lain anak-anak, balita dan lanjut usia (lansia).
Sejumlah warga yang datang ke puskesmas mengeluhkan batuk, pilek hingga sakit tenggorokan. Keluhan tersebut muncul di tengah kondisi kualitas udara Kota Jambi yang sempat memburuk akibat kabut asap karhutla.
Rini mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat. Masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi buah serta minum air putih.
Selain ISPA, Dinas Kesehatan Kota Jambi juga mencatat sejumlah keluhan kesehatan lain yang diduga berkaitan dengan paparan kabut asap, di antaranya radang mata dan diare akut.
Kabut asap yang membawa partikel dari hasil pembakaran dapat mengganggu kesehatan, terutama apabila paparan terjadi dalam waktu lama.
Karena itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk serta menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah.











Komentar