362 Anak di Kota Jambi Terdeteksi Stunting, Kecamatan Alam Barajo Tertinggi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 06:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA JAMBI – Persoalan stunting masih menjadi perhatian Pemerintah Kota Jambi. Berdasarkan data Agustus 2026, sebanyak 362 anak di Kota Jambi terdeteksi mengalami stunting.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jambi, Misman mengatakan data tersebut bersumber dari Dinas Kesehatan Kota Jambi.

Dari sekitar 18 ribu sasaran yang telah menjalani pemeriksaan, ditemukan 362 anak yang masuk kategori stunting. Jumlah tersebut setara dengan 1,91 persen berdasarkan data Agustus 2026.

“Itu ada 1,91 persen dari data Agustus 2026,” kata Misman belum lama ini.

Menurut Misman, masih ditemukannya kasus stunting menunjukkan penanganan terhadap persoalan tersebut perlu terus dilakukan. DPPKB bersama instansi terkait akan berupaya menangani anak-anak yang telah teridentifikasi mengalami stunting.

Baca Juga :  Kualitas Udara Belum Membaik, Pemkot Jambi Perpanjang PJJ untuk TK/PAUD dan SD Kelas 1–3

“Karena masih ada stunting, kami punya tugas untuk menyelesaikannya bersama pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Selain 362 anak yang telah teridentifikasi mengalami stunting, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kelompok yang masuk dalam kategori berisiko.

Lebih dari 92 ribu sasaran yang masuk dalam pendataan risiko stunting, terdapat 10 ribu lebih yang terindikasi berisiko mengalami stunting.

Ia menjelaskan, masuk dalam kategori berisiko tidak berarti seseorang sudah mengalami stunting. Penentuan risiko dilakukan berdasarkan sejumlah variabel yang menjadi indikator dalam pendataan.

Baca Juga :  Hujan Turun di Kota Jambi, ISPU di Angka 125: Apakah Udara Sudah Aman Dihirup?

“Ada beberapa variabel untuk mengetahui apakah masuk stunting atau tidak. Itu dilihat dari usia kehamilan, usia saat hamil dan lainnya,”katanya.

Data kelompok berisiko tersebut tersebar di 11 kecamatan di Kota Jambi. Kecamatan Alam Barajo menjadi wilayah dengan jumlah risiko stunting tertinggi.

Misman mengatakan tingginya jumlah tersebut salah satunya berkaitan dengan jumlah penduduk Kecamatan Alam Barajo yang relatif lebih besar dibandingkan sejumlah kecamatan lainnya.

“Nomor satu di wilayah Kecamatan Alam Barajo, karena mereka banyak jumlah penduduk sehingga nomor satu di sana,”ujarnya.

Berita Terkait

Suara Pelosok Negeri Yakesma Jambi: Pemuda Berkarya, Masyarakat Berdaya di Rantau Rasau II
Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar
Pasokan Minim Akibat Kemarau, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Melonjak
Melestarikan Warisan Nusantara: Pesan dan Salam Hangat Ade Erlanda dan Istri di Hari Batik 2026
Sungai Batanghari Keruh Ekstrem, Pertama Sepanjang Sejarah Operasional PDAM. 38 Ribu Pelanggan Terdampak
Kamis ini Udara untuk Muaro Jambi dan Kota Jambi Kategori Berbahaya
Menguji Kesaktian Pancasila di Era Digital
Ade Erlanda Refleksikan Hari Kesaktian Pancasila: Kebersamaan dan Keadilan Kunci Pembangunan Daerah
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Suara Pelosok Negeri Yakesma Jambi: Pemuda Berkarya, Masyarakat Berdaya di Rantau Rasau II

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Pasokan Minim Akibat Kemarau, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Melonjak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:21 WIB

Melestarikan Warisan Nusantara: Pesan dan Salam Hangat Ade Erlanda dan Istri di Hari Batik 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kamis ini Udara untuk Muaro Jambi dan Kota Jambi Kategori Berbahaya

Berita Terbaru

Dari Redaksi

Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar

Sabtu, 3 Okt 2026 - 10:28 WIB