36 Hari Menembus Medan Gambut, Tim Gabungan Buka Akses Menuju Titik Api di TNBS

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI – Selama 36 hari, personel pemadam harus berjibaku dengan gambut lembut, kayu rebah dan akses yang nyaris tidak tersedia. Sedikit demi sedikit jalur dibuka. Pada 30 September, tim gabungan akhirnya berhasil menembus akses menuju arah titik api melalui kawasan Sungai Benuh, Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS), Jambi.

Operasi yang berlangsung sejak kebakaran terjadi pada 25 Agustus 2026 itu melibatkan Satgas Karhutla Provinsi Jambi bersama Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT PDIW dan PT Tripupa Jaya (TPJ). Pembukaan akses dilakukan bersamaan dengan pembuatan sekat bakar, pemadaman langsung, pendinginan, pembangunan embung dan pengerahan peralatan untuk mendekatkan personel ke lokasi kebakaran.

FOM Head Alex Fatra mengatakan, terbukanya jalur menuju area titik api menjadi perkembangan penting setelah operasi panjang di medan gambut yang sulit dijangkau.

“Selama 36 hari tim terus berupaya membuka akses di tengah kondisi gambut yang lembut, banyak kayu rebah, serta medan yang sulit dijangkau. Terbukanya jalur menuju area titik api menjadi perkembangan penting, tetapi operasi belum selesai. Bersama Satgas Karhutla dan seluruh unsur di lapangan, kami terus melanjutkan pemadaman, pembuatan sekat bakar dan pengamanan area agar kebakaran dapat dikendalikan,” ujar Alex.

Baca Juga :  Anggaran, Efisiensi dan Ilusi Keberhasilan Pembangunan

Upaya penanganan diperkuat sejak 22 September dengan pengerahan puluhan personel gabungan, alat berat, pompa pemadaman serta dukungan udara. Dalam rangkaian operasi tersebut, tim telah membuka lebih dari 20 kilometer akses dan membangun lebih dari 8 kilometer sekat penyangga, disertai pemadaman langsung, pendinginan dan pengiriman logistik.

Sebanyak 16 unit excavator turut dikerahkan untuk membantu membuka jalur di tengah vegetasi dan kayu rebah. Operasi juga didukung pompa tekanan tinggi, peralatan pemadaman gambut serta water bombing dari udara.

Perkembangan utama pada 30 September terjadi di kawasan Sungai Benuh. Tim menyelesaikan jalur terobosan sekitar 4,8 kilometer menuju zona penyangga, disertai pembangunan sekat bakar di sisi kiri dan kanan serta jalur menuju area titik api.

Baca Juga :  362 Anak di Kota Jambi Terdeteksi Stunting, Kecamatan Alam Barajo Tertinggi

Di sekitar batas area kebakaran, pekerjaan sekat bakar terus diperpanjang. Embung juga dibangun untuk memperkuat ketersediaan air bagi operasi pemadaman. Dari arah Sungai Benuh batas Jambi, pembukaan jalur terus dilakukan untuk memperkuat akses ke kawasan operasi.

Medan menjadi tantangan utama. Gambut yang lembut menyulitkan mobilisasi alat berat, sementara banyaknya kayu rebah menghambat pergerakan personel. Sejumlah peralatan juga sempat mengalami kendala teknis dan membutuhkan penanganan mekanik.

Meski akses semakin terbuka, operasi belum berakhir. Tim gabungan masih melanjutkan pemadaman, pendinginan, pembangunan sekat bakar dan pengamanan batas area kebakaran untuk mencegah api kembali meluas.

Bagi tim di lapangan, capaian setelah 36 hari bukan sekadar soal panjang jalur yang berhasil dibuka. Terbukanya akses membuat personel dan peralatan kini dapat bergerak semakin dekat ke sumber api, menjadi tahapan penting dalam penanganan karhutla di kawasan TNBS.

Berita Terkait

Suara Pelosok Negeri Yakesma Jambi: Pemuda Berkarya, Masyarakat Berdaya di Rantau Rasau II
Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar
Pasokan Minim Akibat Kemarau, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Melonjak
Melestarikan Warisan Nusantara: Pesan dan Salam Hangat Ade Erlanda dan Istri di Hari Batik 2026
Sungai Batanghari Keruh Ekstrem, Pertama Sepanjang Sejarah Operasional PDAM. 38 Ribu Pelanggan Terdampak
Kamis ini Udara untuk Muaro Jambi dan Kota Jambi Kategori Berbahaya
Menguji Kesaktian Pancasila di Era Digital
Ade Erlanda Refleksikan Hari Kesaktian Pancasila: Kebersamaan dan Keadilan Kunci Pembangunan Daerah
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Suara Pelosok Negeri Yakesma Jambi: Pemuda Berkarya, Masyarakat Berdaya di Rantau Rasau II

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Pasokan Minim Akibat Kemarau, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Melonjak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:21 WIB

Melestarikan Warisan Nusantara: Pesan dan Salam Hangat Ade Erlanda dan Istri di Hari Batik 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kamis ini Udara untuk Muaro Jambi dan Kota Jambi Kategori Berbahaya

Berita Terbaru

Dari Redaksi

Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar

Sabtu, 3 Okt 2026 - 10:28 WIB