Asa Petani Lenyap Disapu Kemarau: 5 Hektare Lahan Jagung di Kota Jambi Gagal Panen

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA JAMBI – Kemarau panjang yang melanda Kota Jambi mulai berdampak serius terhadap aktivitas pertanian jagung. Keterbatasan air membuat petani menunda masa tanam, sementara sebagian tanaman yang sudah ditanam mengalami gagal panen dan pertumbuhan tidak maksimal.

Dari total 53 hektare lahan yang disiapkan untuk budidaya jagung, baru 15 hektare yang telah ditanami. Selebihnya masih belum digarap karena petani menunggu kondisi cuaca dan ketersediaan air yang lebih mendukung.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, Amiruddin mengatakan dampak kemarau terhadap pertanian tahun ini cukup besar. Kondisi tersebut memaksa petani menyesuaikan jadwal tanam untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Baca Juga :  Dandenpom II/2 Jambi Bagikan 1.500 Masker Gratis kepada Pengguna Jalan

Dari 15 hektare lahan yang sudah ditanami, sekitar 5 hektare dilaporkan mengalami gagal panen. Sementara itu, tanaman di lahan lainnya juga tidak tumbuh optimal sehingga hasil panen diperkirakan berkurang.

“Memang dampak kemarau ini sangat luar biasa dan petani kita menunda tanam,”kata Amiruddin.

Penundaan penanaman menjadi langkah yang ditempuh petani untuk mengurangi risiko benih tidak tumbuh atau tanaman mati akibat kekurangan air. Dalam kondisi tanah yang terlalu kering, pertumbuhan jagung dapat terganggu, terutama pada fase awal setelah penanaman.

Baca Juga :  Ade Erlanda Refleksikan Hari Kesaktian Pancasila: Kebersamaan dan Keadilan Kunci Pembangunan Daerah

Situasi ini membuat petani harus mempertimbangkan waktu tanam secara lebih cermat. Memulai penanaman tanpa dukungan air yang cukup berisiko menambah biaya produksi tanpa diikuti hasil panen yang sebanding.

Dampak kemarau tersebut menjadi tantangan bagi pengembangan budidaya jagung di Kota Jambi. Jika kondisi kering berlangsung lebih lama, produktivitas tanaman berpotensi semakin tertekan dan jadwal tanam petani dapat kembali mundur.

Petani berharap kondisi cuaca segera membaik agar penanaman dapat dilanjutkan dan risiko kerugian akibat kekeringan bisa ditekan.

Berita Terkait

Sinergi PHR dan Aparat Penegak Hukum Berhasil Ungkap DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi
PHR Zona 1 dan Korem 042/Garuda Putih Perkuat Sinergi Jaga Kelancaran Operasi Migas
Semangat Hari Santri 2026: Ade Erlanda dan Nur Apriyanti Ajak Santri Terus Berinovasi dan Berkarya 
Karhutla di Muaro Jambi Mengkhawatirkan, 635 Hektar Terbakar, Lahan Gambut Terdampak
Gerakan Pangan Murah Tekan Inflasi 2,97 %
Kapolda Jambi Kunjungi Korem 042/Gapu, Perkuat Sinergitas TNI-Polri
Buron Kasus Penipuan Jamaah Umrah, Direktur RNH Travel Berhasil Ditangkap Polda Jambi di Temanggung
Konflik Lahan Pertamina Jambi Menelan Korban Jiwa, BAM DPR RI Buka Blokir Sertifikat Tanah Warga
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Sinergi PHR dan Aparat Penegak Hukum Berhasil Ungkap DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:32 WIB

PHR Zona 1 dan Korem 042/Garuda Putih Perkuat Sinergi Jaga Kelancaran Operasi Migas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Asa Petani Lenyap Disapu Kemarau: 5 Hektare Lahan Jagung di Kota Jambi Gagal Panen

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Semangat Hari Santri 2026: Ade Erlanda dan Nur Apriyanti Ajak Santri Terus Berinovasi dan Berkarya 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Karhutla di Muaro Jambi Mengkhawatirkan, 635 Hektar Terbakar, Lahan Gambut Terdampak

Berita Terbaru