Krisis Air Bersih di Musim Kemarau Jadi Ladang Cuan bagi Para Penyedia Air

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 09:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA JAMBI — Musim kemarau panjang yang menerjang wilayah Kota Jambi dalam beberapa bulan terakhir memicu krisis air bersih di kawasan pemukiman warga. Namun, di tengah sulitnya warga mendapatkan pasokan air harian, kondisi ini justru membawa rezeki tersendiri bagi para pedagang dan penyedia jasa pengiriman air bersih keliling.

Sejak pasokan air sumur warga mulai surut dan mengering, permintaan air bersih melonjak tajam. Para penjual air tangki atau bak keliling mengaku kewalahan melayani permintaan warga dari pagi hingga malam hari.

Baca Juga :  Mengiringi Kepergian Alm. Ir. Jumaedi Emon dengan Doa dan Duka Mendalam Keluarga Besar Ade Erlanda & Nur Apriyanti

Berdasarkan penuturan salah seorang penjual air bersih keliling Waji, omset penjualan mereka mengalami peningkatan berlipat ganda dibanding hari biasa. Jika pada kondisi normal mereka hanya mampu menjual beberapa tangki per hari, kini permintaan naik hingga tiga sampai empat kali lipat.

“Biasanya sehari hanya kirim 3 sampai 5 tangki, sekarang pas kemarau panjang ini bisa sampai 15 hingga 20 bak dengan kapasitas 1.000 liter perbak sehari. Kami bahkan harus membagi jadwal pengiriman agar semua langganan bisa kebagian,” ujar Pak Waji Senin pagi ini, (28/9/2026).

Baca Juga :  BBS Tegaskan Sanksi Bagi Yang Menanam di Lahan Bekas Karhutla Sebelum Dua Tahun

Fenomena ini dialami oleh warga yang bergantung pada sumber air tanah dan sumur gali. Kekeringan yang berkepanjangan membuat mereka tidak punya pilihan lain selain membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti memasak, mandi, dan mencuci.

Peningkatan omset ini dirasakan langsung sebagai berkah ekonomi bagi para pedagang air bersih di tengah tantangan musim kemarau. Meski demikian, para penyedia jasa berharap kondisi pasokan sumber air tetap terjaga agar kebutuhan mendasar masyarakat dapat terus terpenuhi hingga musim penghujan tiba.

Berita Terkait

Suara Pelosok Negeri Yakesma Jambi: Pemuda Berkarya, Masyarakat Berdaya di Rantau Rasau II
Karhutla di Kumpeh Ulu, 10 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkan Tim Gabungan
Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar
Pasokan Minim Akibat Kemarau, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Melonjak
Melestarikan Warisan Nusantara: Pesan dan Salam Hangat Ade Erlanda dan Istri di Hari Batik 2026
Sungai Batanghari Keruh Ekstrem, Pertama Sepanjang Sejarah Operasional PDAM. 38 Ribu Pelanggan Terdampak
Kamis ini Udara untuk Muaro Jambi dan Kota Jambi Kategori Berbahaya
Menguji Kesaktian Pancasila di Era Digital
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Suara Pelosok Negeri Yakesma Jambi: Pemuda Berkarya, Masyarakat Berdaya di Rantau Rasau II

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Karhutla di Kumpeh Ulu, 10 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkan Tim Gabungan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Pasokan Minim Akibat Kemarau, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Melonjak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:21 WIB

Melestarikan Warisan Nusantara: Pesan dan Salam Hangat Ade Erlanda dan Istri di Hari Batik 2026

Berita Terbaru

Dari Redaksi

Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar

Sabtu, 3 Okt 2026 - 10:28 WIB