KOTA JAMBI — Musim kemarau panjang yang menerjang wilayah Kota Jambi dalam beberapa bulan terakhir memicu krisis air bersih di kawasan pemukiman warga. Namun, di tengah sulitnya warga mendapatkan pasokan air harian, kondisi ini justru membawa rezeki tersendiri bagi para pedagang dan penyedia jasa pengiriman air bersih keliling.
Sejak pasokan air sumur warga mulai surut dan mengering, permintaan air bersih melonjak tajam. Para penjual air tangki atau bak keliling mengaku kewalahan melayani permintaan warga dari pagi hingga malam hari.
Berdasarkan penuturan salah seorang penjual air bersih keliling Waji, omset penjualan mereka mengalami peningkatan berlipat ganda dibanding hari biasa. Jika pada kondisi normal mereka hanya mampu menjual beberapa tangki per hari, kini permintaan naik hingga tiga sampai empat kali lipat.
“Biasanya sehari hanya kirim 3 sampai 5 tangki, sekarang pas kemarau panjang ini bisa sampai 15 hingga 20 bak dengan kapasitas 1.000 liter perbak sehari. Kami bahkan harus membagi jadwal pengiriman agar semua langganan bisa kebagian,” ujar Pak Waji Senin pagi ini, (28/9/2026).
Fenomena ini dialami oleh warga yang bergantung pada sumber air tanah dan sumur gali. Kekeringan yang berkepanjangan membuat mereka tidak punya pilihan lain selain membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti memasak, mandi, dan mencuci.
Peningkatan omset ini dirasakan langsung sebagai berkah ekonomi bagi para pedagang air bersih di tengah tantangan musim kemarau. Meski demikian, para penyedia jasa berharap kondisi pasokan sumber air tetap terjaga agar kebutuhan mendasar masyarakat dapat terus terpenuhi hingga musim penghujan tiba.











Komentar