Gerakan Pangan Murah Tekan Inflasi 2,97 %

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI– Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, S.H., M.H., secara resmi membuka Gerakan Pangan Murah dalam rangka Peringatan Hari Pangan Sedunia Tahun 2026, bertempat di Halaman Citra Land, Kota Jambi, Rabu (21/10/2026) pagi.

Sekda Sudirman menyampaikan Gerakan Pangan Murah merupakan upaya konkret Pemerintah Provinsi Jambi bersama Bank Indonesia Wilayah Jambi dalam menjaga Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di tengah tekanan inflasi.
Dikatakan Sekda Sudirman, berdasarkan Siaran Pers BPS Provinsi Jambi per 01 Oktober 2026, inflasi bulan ke bulan (mtm) September 2026 terhadap Agustus 2026 sebesar 0,19%, sedangkan inflasi tahun ke tahun (yoy) September 2026 terhadap September 2025 sebesar 2,97%. Terjadi penurunan inflasi mtm dari 0,38% di Agustus menjadi 0,19% di September.
Menurutnya, penyebab inflasi terbesar baik mtm maupun yoy adalah kelompok pengeluaran Makanan, Minuman dan Tembakau dengan andil 0,27% (mtm) dan 1,32% (yoy).

Kenaikan harga terjadi pada komoditas cabai merah akibat tingginya permintaan namun stok kurang karena cuaca ekstrem dan kemarau panjang yang menyebabkan gagal panen, serta komoditas beras premium akibat peralihan musim panen ke musim tanam, tingginya ongkos angkut dan biaya kemasan, serta daging ayam akibat tingginya permintaan dan pasokan untuk Program MBG.

“Terkait hal tersebut, saya menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya atas terselenggaranya agenda Gerakan Pangan Murah ini sebagai upaya untuk menjaga Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan,” ujar Sekda Sudirman.

Baca Juga :  Jarak Pandang Buruk Akibat Asap, 5 Maskapai di Jambi Gagal Terbang Tepat Waktu

Ia menilai kegiatan yang berkolaborasi dengan Bank Indonesia ini merupakan instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok strategis.

“Besar harapan kita bersama, program resmi pemerintah ini dapat berdampak nyata dalam menjaga keterjangkauan harga, mengamankan pasokan harga pokok serta menekan inflasi daerah,”katanya.

Sekda Sudirman menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Kegiatan ini untuk menstabilkan harga pangan, mengalihkan sebagian permintaan masyarakat dari pasar umum ke pangan murah untuk meredam lonjakan harga, sekaligus memastikan stok bahan pokok tetap aman di tengah fluktuasi ekonomi,”katanya.

Dalam kesempatan tersebut Sekda Sudirman juga berpesan kepada masyarakat untuk memanfaatkan Gerakan Pangan Murah dengan bijak.

“Saya berpesan kepada masyarakat untuk memanfaatkan Gerakan Pangan Murah ini dengan arif dan bijaksana. Membeli sesuai kebutuhan konsumsi rumah tangga harian, bukan untuk stok berlebihan. Mari saling menjaga dan bersinergi agar setiap masyarakat mendapatkan kesempatan yang sama memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,”ujar Sudirman.

“Dengan memohon ridho Allah SWT dan iringan Bismillahirrahmanirrahim, Gerakan Pangan Murah secara resmi saya buka,”kata Sekda Sudirman.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Johansyah melaporkan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka Peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 merupakan tindak lanjut surat dari Badan Pangan Nasional terkait GPM serentak secara nasional.

Baca Juga :  Kendati Hujan Mulai Turun, 59 Hotspot Masih Mengancam Jambi

“Kegiatan ini hasil kolaborasi Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi dengan Dinas Pertanian Kota Jambi, mengingat provinsi tidak memiliki wilayah operasional, sehingga pelaksanaan GPM bergabung dengan Kota Jambi,”ujar Johansyah.

Dikatakan Johansyah, distributor pangan yang terlibat antara lain Bulog, ID Food, Indogrosir, PPI, serta dukungan kelompok Gapoktan dan KWT binaan Kota Jambi. Adapun tujuan kegiatan ini adalah: 1. Menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan. 2. Menekan inflasi daerah.
Johansyah juga melaporkan, inflasi yoy Provinsi Jambi turun dari 3,60% pada September menjadi 2,97% pada Oktober 2026. Namun komoditas penyumbang inflasi masih tinggi, seperti cabai merah keriting, cabai rawit merah, dan daging sapi. Pada GPM ini juga dijual komoditas dengan harga di bawah pasaran, diantaranya minyak goreng dengan harga Rp.15.500 / Kg dan beras SPHP dengan harga Rp.58.000 / 5 Kg.

“Ke depan, instrumen pengendalian inflasi akan dilanjutkan melalui program LATIBA (Lahan Abadi Hortikultura) di setiap kabupaten/kota untuk menanam komoditas penyumbang inflasi. Saat ini yang berjalan baru di Kota Jambi dan Bungo, dimana Kota Jambi berhasil mengolah lahan 10 hektar,” katanya.

Berita Terkait

Sinergi PHR dan Aparat Penegak Hukum Berhasil Ungkap DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi
PHR Zona 1 dan Korem 042/Garuda Putih Perkuat Sinergi Jaga Kelancaran Operasi Migas
Asa Petani Lenyap Disapu Kemarau: 5 Hektare Lahan Jagung di Kota Jambi Gagal Panen
Semangat Hari Santri 2026: Ade Erlanda dan Nur Apriyanti Ajak Santri Terus Berinovasi dan Berkarya 
Karhutla di Muaro Jambi Mengkhawatirkan, 635 Hektar Terbakar, Lahan Gambut Terdampak
Kapolda Jambi Kunjungi Korem 042/Gapu, Perkuat Sinergitas TNI-Polri
Buron Kasus Penipuan Jamaah Umrah, Direktur RNH Travel Berhasil Ditangkap Polda Jambi di Temanggung
Konflik Lahan Pertamina Jambi Menelan Korban Jiwa, BAM DPR RI Buka Blokir Sertifikat Tanah Warga
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Sinergi PHR dan Aparat Penegak Hukum Berhasil Ungkap DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:32 WIB

PHR Zona 1 dan Korem 042/Garuda Putih Perkuat Sinergi Jaga Kelancaran Operasi Migas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Asa Petani Lenyap Disapu Kemarau: 5 Hektare Lahan Jagung di Kota Jambi Gagal Panen

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Semangat Hari Santri 2026: Ade Erlanda dan Nur Apriyanti Ajak Santri Terus Berinovasi dan Berkarya 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Karhutla di Muaro Jambi Mengkhawatirkan, 635 Hektar Terbakar, Lahan Gambut Terdampak

Berita Terbaru