Menilik Kemeriahan Festival Lopak Sepang: Upaya Muaro Jambi Menyulap Desa Tebat Patah Jadi Desa Wisata

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 27 September 2026 - 12:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MUARO JAMBI– Desa Tebat Patah, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi, mulai membidik peluang lebih besar dari kekayaan budaya yang selama ini hidup di tengah masyarakat.

Melalui Pasar Budaya Lopak Sepang yang digelar 26–27 September 2026, tradisi lokal, seni, kreativitas masyarakat, hingga produk UMKM dipadukan dalam satu ruang yang tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga didorong menjadi penggerak ekonomi dan pariwisata desa.

Pasar Budaya Lopak Sepang resmi dibuka, Sabtu (26/9/2026), oleh Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Feri Arlius. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono.

Bagi Pemkab Muaro Jambi, kegiatan tersebut memiliki arti lebih dari sekadar perhelatan budaya tahunan. Ada potensi besar yang bisa dikembangkan dari tradisi masyarakat Tebat Patah untuk menjadi daya tarik wisata berbasis budaya.

Sekda Muaro Jambi Budhi Hartono mengatakan, warisan budaya harus ditempatkan sebagai sesuatu yang hidup dan terus berkembang, bukan sekadar peninggalan masa lalu.

“Peninggalan budaya yang sarat dengan nilai-nilai kebaikan harus terus kita lestarikan. Anak-anak muda harus ikut mengambil peran agar seni dan tradisi tidak hanya menjadi warisan generasi terdahulu, tetapi terus tumbuh dan berkembang,”katanya.

Baca Juga :  Lima Pimpinan BAZNAS Muaro Jambi segera Dilantik, Sekda: Tunggu SK Bupati

Menurut Budhi, pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Identitas serta nilai budaya masyarakat juga menjadi bagian penting yang harus dijaga.

“Ilmu pengetahuan penting untuk kemajuan, tetapi adab dan budaya adalah fondasi dalam kehidupan. Karena itu, generasi muda harus dibekali bukan hanya dengan ilmu, tetapi juga karakter dan nilai budaya,”ujarnya.

Ia melihat Pasar Budaya Lopak Sepang sebagai titik temu antara kebudayaan, ekonomi kerakyatan dan pariwisata.

Produk UMKM yang dipasarkan dalam kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari rantai ekonomi wisata, sementara tradisi dan seni lokal menjadi daya tarik yang membuat masyarakat dari luar desa tertarik datang dan mengenal Tebat Patah.

“Kalau budaya, UMKM dan pariwisata kita gerakkan bersama, tentu akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Inilah yang harus terus kita bangun,”ujar Budhi.

Karena itu, ia berharap Lopak Sepang tidak berhenti sebagai agenda seremonial yang digelar sekali dalam setahun. Kegiatan tersebut harus dikembangkan secara berkelanjutan sehingga memiliki daya tarik yang semakin kuat.

Baca Juga :  Warga Perum Kaisar Kasang Pudak Jambi Semarakkan Bulan Kemerdekaan ke-81 RI dengan berbagai lomba

Targetnya jelas potensi budaya Tebat Patah tidak hanya dikenal oleh masyarakat setempat, tetapi mampu menjadi salah satu tujuan wisata budaya di Kabupaten Muaro Jambi.

“Harapan kami kegiatan ini terus berkembang dan dilaksanakan secara berkelanjutan. Kita ingin potensi budaya Desa Tebat Patah semakin dikenal dan ke depan bisa menjadi salah satu destinasi wisata di Muaro Jambi,”katanya.

Budhi juga mengingatkan generasi muda agar tidak memandang budaya sebagai sesuatu yang kuno dan terpisah dari kehidupan modern.

Sebaliknya, budaya dapat menjadi sumber kreativitas sekaligus membuka peluang ekonomi baru apabila dikemas secara menarik tanpa menghilangkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Jangan sampai anak-anak muda merasa budaya itu sesuatu yang kuno. Justru budaya bisa menjadi sumber kreativitas, kebanggaan dan peluang ekonomi. Yang penting nilai-nilai baiknya tetap kita jaga,” tegasnya.

Dengan konsep tersebut, Pasar Budaya Lopak Sepang diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan ekosistem budaya dan ekonomi masyarakat Desa Tebat Patah menjadikan tradisi bukan hanya sesuatu yang diwariskan, tetapi juga sesuatu yang mampu menghidupi dan menggerakkan masyarakat.

Berita Terkait

Karhutla di Kumpeh Ulu, 10 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkan Tim Gabungan
Waspada! Kualitas Udara Muaro Jambi Memburuk, Ini Imbauan untuk Masyarakat
Jaga Ringan Langkah Jemaah Saat Kemarau, Ade Erlanda Bersama Keluarga Inisiasi Bantuan Air Bersih untuk Rumah Ibadah
Tabrakan Sigra dan Truk Sawit, Jalur Lintas Timur Sekernan Macet
Lima Pimpinan BAZNAS Muaro Jambi segera Dilantik, Sekda: Tunggu SK Bupati
Sampah Berserakan di Kompek Perkantoran, DLH Muaro Jambi Sentil Kesadaran Warga
Waspada! Dampak Karhutla dan Kemarau, Kasus ISPA di Muaro Jambi Tembus 2.882
BBS Tegaskan Sanksi Bagi Yang Menanam di Lahan Bekas Karhutla Sebelum Dua Tahun
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Karhutla di Kumpeh Ulu, 10 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkan Tim Gabungan

Rabu, 30 September 2026 - 14:43 WIB

Waspada! Kualitas Udara Muaro Jambi Memburuk, Ini Imbauan untuk Masyarakat

Selasa, 29 September 2026 - 14:52 WIB

Jaga Ringan Langkah Jemaah Saat Kemarau, Ade Erlanda Bersama Keluarga Inisiasi Bantuan Air Bersih untuk Rumah Ibadah

Minggu, 27 September 2026 - 18:59 WIB

Tabrakan Sigra dan Truk Sawit, Jalur Lintas Timur Sekernan Macet

Minggu, 27 September 2026 - 12:31 WIB

Menilik Kemeriahan Festival Lopak Sepang: Upaya Muaro Jambi Menyulap Desa Tebat Patah Jadi Desa Wisata

Berita Terbaru

Dari Redaksi

Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar

Sabtu, 3 Okt 2026 - 10:28 WIB