JAMBI – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober 2026 menjadi momen refleksi penting untuk memperkokoh persatuan dan menumbuhkan semangat gotong royong dalam membangun daerah. Tokoh muda Jambi, Ade Erlanda, menegaskan bahwa nilai-nilai mulia Pancasila harus dijadikan landasan utama dalam melangkah dan mengeksekusi berbagai program pembangunan.
Menurut Ade, Kesaktian Pancasila bukan sekadar peringatan sejarah atas ketangguhan ideologi bangsa dalam menghadapi ancaman kemunduran, melainkan pedoman hidup yang dinamis bagi seluruh elemen masyarakat. Semangat persatuan dan keadilan sosial yang terkandung di dalamnya perlu diwujudkan secara konkret demi kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat.
“Pancasila mengajarkan kita tentang pentingnya kebersamaan, keadilan, dan kepedulian sosial, terlebih di tengah kondisi kabut asap yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan di Jambi. Menjaga kesehatan menjadi sangat penting dan tentu diperlukan kepedulian dari semua sektor bagi masyarakat yang terdampak,” ujar Ade Erlanda di sela momen Peringatan Hari Kesaktian Pancasila kali ini.
Menurut pria 40 tahun ini, embangunan daerah yang berkelanjutan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh lapisan masyarakat.
Ade menambahkan bahwa di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika sosial saat ini, penguatan ideologi Pancasila di tingkat daerah menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas serta mendorong kemandirian ekonomi daerah.
Ia berharap peringatan tahun 2026 ini mampu mengobarkan kembali jiwa gotong royong masyarakat, khususnya para generasi muda, untuk aktif berkontribusi memberikan ide, inovasi, serta karya nyata bagi kemajuan Jambi dan Indonesia.











Komentar