JAMBI – Kualitas udara di sejumlah wilayah Provinsi Jambi masih berada pada kondisi mengkhawatirkan hingga Kamis (1/10/2026) pagi. Data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menunjukkan dua wilayah, yakni Muaro Jambi dan Kota Jambi, masuk kategori berbahaya akibat tingginya konsentrasi partikulat halus PM2.5.
Berdasarkan data aplikasi ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang terpantau Kamis pagi, pukul 06.00 WIB, ISPU Muaro Jambi berada di angka 394 dan masuk kategori Berbahaya.
Angka tersebut memang sedikit turun dibandingkan pukul 04.00 WIB yang berada di level 397. Namun, kondisi udara di wilayah tersebut masih sangat buruk jika dibandingkan dengan malam sebelumnya.
Pada Rabu (30/9) pukul 22.00 WIB, ISPU Muaro Jambi bahkan sempat mencapai 409, sebelum perlahan turun menjadi 397 pada pukul 04.00 WIB dan 394 pada pukul 06.00 WIB.
Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Jambi Paal Lima, Kota Jambi. Pada pukul 06.00 WIB, ISPU tercatat 319 atau masih berada dalam kategori Berbahaya.
Nilai tersebut turun dari angka 326 pada pukul 04.00 WIB. Sementara pada Rabu malam pukul 22.00 WIB, ISPU Paal Lima berada di angka 322. Artinya, meski terjadi penurunan tipis pada pagi hari, kualitas udara di dua wilayah tersebut masih berada pada level yang perlu diwaspadai masyarakat.
Tidak hanya Muaro Jambi dan Paal Lima, kualitas udara buruk juga terpantau di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Tebo. Di Tanjung Jabung Timur, khususnya kawasan Muara Sabak, ISPU pada pukul 06.00 WIB berada di angka 249, masih dalam kategori Sangat Tidak Sehat. Angka tersebut sama dengan kondisi pukul 04.00 WIB dan meningkat dibandingkan Rabu malam yang berada di angka 242.
Sementara itu, kondisi di Kabupaten Tebo menunjukkan peningkatan yang cukup tajam. Pada pukul 22.00 WIB, ISPU tercatat 202, kemudian naik menjadi 248 pada pukul 04.00 WIB dan kembali meningkat menjadi 268 pada pukul 06.00 WIB.
Dengan angka tersebut, kualitas udara Tebo juga masuk kategori Sangat Tidak Sehat. Tingginya ISPU tersebut berkaitan dengan parameter kritis PM2.5, yakni partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Dalam kondisi kualitas udara seperti ini, masyarakat perlu mengurangi paparan terhadap udara luar, terutama ketika konsentrasi asap dan partikulat sedang tinggi.
Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker dengan kemampuan filtrasi yang memadai, seperti N95 atau KN95.
Aktivitas fisik dan olahraga di ruang terbuka juga sebaiknya dikurangi ketika kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.











Komentar