Antara Nyala Api dan Keterbatasan: Menilik Kesiapan Damkar Kerinci

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 22:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kerinci – Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kerinci menghadapi tantangan besar saat menangani kebakaran. Keterbatasan armada membuat petugas harus berpacu dengan waktu, terutama ketika kebakaran terjadi.

Kabupaten Kerinci yang memiliki 18 kecamatan dengan memiliki jarak antar daerah yang cukup jauh. Namun, tidak diberangi dengan jumlah armada Damkar.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Kerinci, Siswandi, mengatakan pihaknya saat ini memiliki delapan unit armada yang masih dapat digunakan untuk menangani kebakaran.

Baca Juga :  Tanggap Darurat Kekeringan, 1,345 Juta Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Kota Jambi

“Petugas hanya memiliki delapan unit armada yang bisa digunakan,”
ujarnya Rabu (9/9/2026).

Selain delapan armada tersebut, tiga unit lainnya mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat digunakan untuk membantu penanganan kebakaran.

“Dari delapan armada yang masih beroperasi, hanya dua unit yang tergolong lebih baru, yakni kendaraan produksi 2015. Sementara enam unit lainnya merupakan armada produksi tahun 2000,”katanya.

Kondisi armada tersebut membuat petugas menghadapi kendala ketika kebakaran terjadi secara bersamaan atau muncul di wilayah yang jauh dari pos pemadam kebakaran.

Baca Juga :  Suara Pelosok Negeri Yakesma Jambi: Pemuda Berkarya, Masyarakat Berdaya di Rantau Rasau II

“Petugas harus menempuh jarak yang cukup jauh menuju lokasi kejadian,”tambahnya.

Siswandi berharap pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Kerinci memberi perhatian terhadap kondisi armada pemadam kebakaran.

Menurutnya, penambahan maupun peremajaan armada sangat penting untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berharap pemerintah daerah dan DPRD dapat memikirkan keberlangsungan armada Damkar. Armada ini sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat ketika terjadi musibah kebakaran,”katanya.

Berita Terkait

Suara Pelosok Negeri Yakesma Jambi: Pemuda Berkarya, Masyarakat Berdaya di Rantau Rasau II
Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar
Pasokan Minim Akibat Kemarau, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Melonjak
Melestarikan Warisan Nusantara: Pesan dan Salam Hangat Ade Erlanda dan Istri di Hari Batik 2026
Sungai Batanghari Keruh Ekstrem, Pertama Sepanjang Sejarah Operasional PDAM. 38 Ribu Pelanggan Terdampak
Kamis ini Udara untuk Muaro Jambi dan Kota Jambi Kategori Berbahaya
Menguji Kesaktian Pancasila di Era Digital
Ade Erlanda Refleksikan Hari Kesaktian Pancasila: Kebersamaan dan Keadilan Kunci Pembangunan Daerah
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Suara Pelosok Negeri Yakesma Jambi: Pemuda Berkarya, Masyarakat Berdaya di Rantau Rasau II

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Pasokan Minim Akibat Kemarau, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Melonjak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:21 WIB

Melestarikan Warisan Nusantara: Pesan dan Salam Hangat Ade Erlanda dan Istri di Hari Batik 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kamis ini Udara untuk Muaro Jambi dan Kota Jambi Kategori Berbahaya

Berita Terbaru

Dari Redaksi

Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar

Sabtu, 3 Okt 2026 - 10:28 WIB