Kerinci – Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kerinci menghadapi tantangan besar saat menangani kebakaran. Keterbatasan armada membuat petugas harus berpacu dengan waktu, terutama ketika kebakaran terjadi.
Kabupaten Kerinci yang memiliki 18 kecamatan dengan memiliki jarak antar daerah yang cukup jauh. Namun, tidak diberangi dengan jumlah armada Damkar.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Kerinci, Siswandi, mengatakan pihaknya saat ini memiliki delapan unit armada yang masih dapat digunakan untuk menangani kebakaran.
“Petugas hanya memiliki delapan unit armada yang bisa digunakan,”
ujarnya Rabu (9/9/2026).
Selain delapan armada tersebut, tiga unit lainnya mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat digunakan untuk membantu penanganan kebakaran.
“Dari delapan armada yang masih beroperasi, hanya dua unit yang tergolong lebih baru, yakni kendaraan produksi 2015. Sementara enam unit lainnya merupakan armada produksi tahun 2000,”katanya.
Kondisi armada tersebut membuat petugas menghadapi kendala ketika kebakaran terjadi secara bersamaan atau muncul di wilayah yang jauh dari pos pemadam kebakaran.
“Petugas harus menempuh jarak yang cukup jauh menuju lokasi kejadian,”tambahnya.
Siswandi berharap pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Kerinci memberi perhatian terhadap kondisi armada pemadam kebakaran.
Menurutnya, penambahan maupun peremajaan armada sangat penting untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
“Kami berharap pemerintah daerah dan DPRD dapat memikirkan keberlangsungan armada Damkar. Armada ini sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat ketika terjadi musibah kebakaran,”katanya.











Komentar