Krisis Air Bersih Meluas, 8.000 KK di 30 Desa Muaro Jambi Mengering

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MUARO JAMBI– Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupate. Muaro Jambi mencatat, hingga kini 30 desa di enam kecamatan terdampak kekeringan. Jumlah warga yang mengalami kesulitan air diperkirakan mencapai 8.000 kepala keluarga (KK).

Enam kecamatan tersebut yakni Kumpeh, Jambi Luar Kota, Sekernan, Kumpeh Ulu, Sungai Gelam, dan Mestong. Padahal, pada awal September lalu, wilayah terdampak baru tercatat sebanyak 26 desa di lima kecamatan. Artinya, dalam waktu singkat, dampak kekeringan terus meluas.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus membenarkan kondisi tersebut. “Saat ini sudah 6 kecamatan, kurang lebih ada 30 desa yang terdampak. Untuk jumlah kepala keluarga, diperkirakan sekitar 8.000 KK,”katanya.

Pemerintah bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait terus mengirimkan bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kekurangan air. Namun, bantuan tersebut belum sepenuhnya menjawab persoalan. Sebab, semakin panjang kemarau, semakin banyak pula sumber air warga yang mengering

Krisis air bahkan memaksa warga mengeluarkan biaya sendiri demi mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga :  Toko Pakaian di Sengeti dilahap Sijago Merah

“Sumur yang lama sudah kering, jadi kami terpaksa menggali sumur baru. Biayanya sampai jutaan rupiah. Mau bagaimana lagi, air ini kan kebutuhan sehari-hari,”ujar Bima warga Desa Tanjung Pauh.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa krisis air bukan lagi sekadar persoalan kekurangan pasokan, tetapi mulai menjadi beban ekonomi baru bagi masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Muaro Jambi, Budhi Hartono mengatakan pemerintah daerah telah meminta PDAM memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Namun, persoalannya bukan hanya pada distribusi. Debit sumber air yang digunakan PDAM juga ikut menurun akibat kemarau panjang. “Kita sudah memberikan arahan kepada PDAM untuk memberikan pelayanan secara maksimal. Namun, kita sama-sama tahu bahwa sumber air yang disediakan debitnya turun, sehingga tidak bisa maksimal untuk memenuhi kebutuhan pelanggan,”ujarnya.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, Pemkab mengerahkan kendaraan tangki milik sejumlah OPD.
Air dari PDAM diangkut menggunakan kendaraan tangki untuk kemudian didistribusikan ke desa-desa yang membutuhkan.

“Kita juga sudah melakukan langkah-langkah. Dinas-dinas yang memiliki kendaraan tangki air mengambil air di PDAM, kemudian mendistribusikannya kepada desa yang membutuhkan dan mengajukan bantuan,” katanya.

Baca Juga :  Tabrakan Sigra dan Truk Sawit, Jalur Lintas Timur Sekernan Macet

Selain distribusi ke desa, pemerintah juga membuka layanan pengambilan air bersih secara gratis bagi masyarakat. Salah satunya di wilayah Nyogan. Warga yang membutuhkan air dipersilakan datang pada jam operasional dengan membawa wadah sendiri.

“Sekarang kita membuka layanan. Masyarakat yang mau mengambil air bersih dipersilakan pada jam-jam operasional, membawa wadah atau tempat air sendiri. Silakan mengambil di situ secara gratis, tanpa ada biaya yang dikenakan,”ujar Budhi.

Bagi desa atau masyarakat yang membutuhkan distribusi air langsung, pemerintah daerah meminta pengajuan dilakukan melalui kepala desa atau camat.

Dengan jumlah wilayah terdampak yang terus bertambah dan sumber air yang semakin menyusut, krisis air bersih di Muaro Jambi kini menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan lebih serius. Jika kemarau terus berlanjut, bukan tidak mungkin jumlah desa dan warga yang terdampak kembali bertambah.

Berita Terkait

17 Kasus di Muaro Jambi dibidik KPK, Ada Apa?
Kualitas Udara Belum Membaik, PJJ Siswa di Muaro Jambi Diperpanjang sampai 14 Oktober
Karhutla Muaro Jambi Meluas Hingga 626 Hektare
Asap Mengancam Kesehatan, Pemkab Muaro Jambi Ambil Langkah WFH Bagi ASN Hamil
Karhutla di Kumpeh Ulu, 10 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkan Tim Gabungan
Waspada! Kualitas Udara Muaro Jambi Memburuk, Ini Imbauan untuk Masyarakat
Jaga Ringan Langkah Jemaah Saat Kemarau, Ade Erlanda Bersama Keluarga Inisiasi Bantuan Air Bersih untuk Rumah Ibadah
Tabrakan Sigra dan Truk Sawit, Jalur Lintas Timur Sekernan Macet
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:43 WIB

17 Kasus di Muaro Jambi dibidik KPK, Ada Apa?

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Kualitas Udara Belum Membaik, PJJ Siswa di Muaro Jambi Diperpanjang sampai 14 Oktober

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Karhutla Muaro Jambi Meluas Hingga 626 Hektare

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Krisis Air Bersih Meluas, 8.000 KK di 30 Desa Muaro Jambi Mengering

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Asap Mengancam Kesehatan, Pemkab Muaro Jambi Ambil Langkah WFH Bagi ASN Hamil

Berita Terbaru

Hukrim

Pimpin Apel Perdana, Kapolda Jambi Tegaskan Hal ini!

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:50 WIB

Muaro Jambi

17 Kasus di Muaro Jambi dibidik KPK, Ada Apa?

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:43 WIB