Ratusan Titik Api Masih Mengancam Jambi, TMC Disiapkan 1-4 Oktober

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI – Ratusan titik api (Hotspot) masih terpantau di Jambi dan terbanyak terdapat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Ini memicu kondisi udara yang tidak sehat bahkan memburuk dengan angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) lebih dari 200.

 

Al Haris mengatakan, sedikitnya tujuh titik api masih dalam penanganan tim Satgas Karhutla. Petugas terus melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk mencegah api kembali muncul dan meluas.

Di sisi lain, kondisi kualitas udara di Jambi saat ini mulai memburuk. Indeks kualitas udara berada di kisaran 100-an dan masuk kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut juga berdampak pada aktivitas pendidikan. Pemerintah Provinsi Jambi meliburkan sementara kegiatan sekolah dari berbagai jenjang sambil menunggu kondisi cuaca dan kualitas udara membaik.

Menurut Al Haris, hujan yang turun di wilayah Tanjung Jabung Timur memberikan dampak positif terhadap penanganan karhutla.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Perkuat Pengawasan BBM Subsidi, 161 SPBU di Sumbagsel Dikenakan Sanksi

Pemerintah Provinsi Jambi juga menyiapkan pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) mulai 1 hingga 4 Oktober 2026. Langkah tersebut dilakukan dengan memanfaatkan potensi pertumbuhan awan yang diperkirakan mulai meningkat.

Selain TMC, operasi pemadaman menggunakan helikopter water bombing juga akan kembali dilakukan apabila kondisi jarak pandang atau visibility memungkinkan.

Titik kebakaran saat ini antara lain terpantau di wilayah Berbak, Tanjung Jabung Timur, kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS), Muaro Jambi, serta sejumlah wilayah lainnya.

Untuk mendukung penanganan di lapangan, Satgas Karhutla juga telah menambah personel dan peralatan. Sekitar 20 personel tambahan telah dikirim, disertai peralatan pemadaman termasuk pompa.

Sementara itu, alat berat yang dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla mencapai lebih dari 15 unit, kemudian ditambah tiga unit sehingga totalnya sekitar 18 unit.

Al Haris memastikan seluruh tim Satgas yang berada di titik-titik kebakaran masih dalam kondisi siap dan terus melakukan penanganan.

Baca Juga :  BMKG: Kondisi Cuaca usai Hujan Mengguyur Jambi, Benarkah Musim Kemarau Segera Berakhir?

Khusus karhutla di kawasan TNBS, upaya pemadaman menghadapi tantangan medan yang sulit. Kawasan tersebut merupakan belantara yang luas dengan akses menuju lokasi kebakaran terbatas.

Tebalnya asap juga menyulitkan operasi pemadaman menggunakan helikopter water bombing.

Al Haris menyebut kebakaran saat ini lebih banyak terjadi di kawasan gambut. Sementara itu, kawasan hutan utama yang menjadi habitat satwa seperti harimau dan gajah disebut belum terdampak secara langsung oleh kebakaran.

Pemerintah memastikan kondisi personel Satgas yang bertugas di lapangan masih sehat. Tim kesehatan juga disiagakan untuk memantau kondisi petugas selama penanganan karhutla berlangsung.

Pemerintah berharap hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah serta pelaksanaan TMC dapat membantu mengurangi titik api dan memperbaiki kualitas udara di Jambi.

Berita Terkait

Suara Pelosok Negeri Yakesma Jambi: Pemuda Berkarya, Masyarakat Berdaya di Rantau Rasau II
Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar
Pasokan Minim Akibat Kemarau, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Melonjak
Melestarikan Warisan Nusantara: Pesan dan Salam Hangat Ade Erlanda dan Istri di Hari Batik 2026
Sungai Batanghari Keruh Ekstrem, Pertama Sepanjang Sejarah Operasional PDAM. 38 Ribu Pelanggan Terdampak
Kamis ini Udara untuk Muaro Jambi dan Kota Jambi Kategori Berbahaya
Menguji Kesaktian Pancasila di Era Digital
Ade Erlanda Refleksikan Hari Kesaktian Pancasila: Kebersamaan dan Keadilan Kunci Pembangunan Daerah
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Suara Pelosok Negeri Yakesma Jambi: Pemuda Berkarya, Masyarakat Berdaya di Rantau Rasau II

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Pasokan Minim Akibat Kemarau, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Melonjak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:21 WIB

Melestarikan Warisan Nusantara: Pesan dan Salam Hangat Ade Erlanda dan Istri di Hari Batik 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kamis ini Udara untuk Muaro Jambi dan Kota Jambi Kategori Berbahaya

Berita Terbaru

Dari Redaksi

Ini Pengganti Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar

Sabtu, 3 Okt 2026 - 10:28 WIB