KOTA JAMBI – Lelang 98 kendaraan dinas milik Pemerintah Kota Jambi berhasil menghasilkan pendapatan Rp1,627 miliar. Dari total 24 lot yang ditawarkan, sebanyak 19 lot berhasil terjual, sementara empat lot tidak diikuti peserta dan satu lot lainnya batal mengikuti proses penawaran.
Kepala Bidang Barang Milik Daerah BPKAD Kota Jambi, Lucky Harianto, mengatakan lelang tersebut diikuti 101 peserta. Hasilnya, pendapatan yang diperoleh dari penjualan aset daerah mencapai Rp1,627 miliar dan akan masuk ke kas daerah.
“Target kita sebenarnya seluruh lot terjual dengan nilai limit Rp1,634 miliar. Namun, masih ada beberapa lot yang tidak terjual,”ujar Lucky.
Dari 24 lot yang disiapkan, sebanyak 20 lot diikuti peserta. Namun, satu lot tidak melanjutkan proses penawaran sehingga total kendaraan yang benar-benar berhasil dilelang sebanyak 19 lot pada Senin, (12/10/2026).
Empat lot yang tidak mendapatkan peserta terdiri dari Lot 4, Lot 7, Lot 9, dan Lot 10. Masing-masing lot tersebut berisi dua unit mobil. Sementara itu, satu lot lainnya, yakni Lot 16, batal mengikuti proses penawaran.
Lelang kali ini juga menarik perhatian pencinta otomotif karena terdapat beberapa unit Yamaha RX King dalam paket kendaraan yang ditawarkan. Motor legendaris tersebut masuk dalam Lot 17, Lot 18, dan Lot 20.
Persaingan penawaran juga terlihat pada salah satu lot. Harga Lot 17 yang berada di kisaran Rp19 juta meningkat menjadi sekitar Rp21 juta setelah proses penawaran.
Lucky menjelaskan, kendaraan yang belum terjual akan kembali dipersiapkan untuk lelang berikutnya. Selain sisa kendaraan dari lelang kali ini, Pemkot Jambi juga masih memiliki sekitar 200 kendaraan yang belum selesai menjalani proses penilaian.
“Yang belum terjual akan kita lelang ulang bersama kendaraan lain yang masih dalam proses persiapan. Tahun ini juga kita upayakan bisa dilelang kalau waktunya memungkinkan,”katanya.
Adapun sisa kendaraan dari pelaksanaan lelang kali ini terdiri dari delapan unit mobil, dua sepeda motor, dan dua kendaraan roda tiga.
Pemkot Jambi berharap pelelangan aset yang sudah tidak digunakan tersebut dapat mengoptimalkan pemanfaatan barang milik daerah sekaligus memberikan tambahan pendapatan bagi kas daerah.
Proses lelang berikutnya masih menunggu kesiapan administrasi dan penilaian terhadap kendaraan yang akan ditawarkan.











Komentar